Kerap Dialami Mahasiswa, Pakar UGM Ungkap Penyebab Asam Lambung Naik

Jakarta – Penyakit asam lambung bukanlah penyakit yang bisa disepelekan karena pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gejala yang bisa mengganggu aktivitas.

Asam lambung seringkali memiliki gejala yang tidak disadari, termasuk oleh banyak mahasiswa karena banyaknya tugas atau aktivitas perkuliahan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab kenaikan asam lambung yang kemungkinan terjadi. Seperti faktor stres, pola makan yang tidak teratur dan kondisi dinding lambung yang mengalami kerusakan.

Namun demikian, keberadaan asam lambung tetap diperlukan oleh tubuh untuk memulai proses pencernaan serta membunuh bakteri patogen yang masuk ke lambung.

Kondisi yang menyebabkan asam lambung naik

Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD., praktisi dan dokter spesialis penyakit dalam RSUP Sardjito, mengatakan penyakit asam lambung erat kaitannya dengan kondisi stres dan kecemasan. Tidak semua dipicu oleh faktor makanan atau gangguan pada lambung.

“Semua harus ada pemeriksaan penunjang. Sebagai dokter, kami harus menganamnesis dan harus ada pembuktian,” kata Neneng dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (18/11).

Neneng menyebutkan, ia sering menjumpai pasien dengan kondisi anatomis lambung yang cukup baik, namun sering mengalami kenaikan jumlah asam lambung berlebihan yang disebabkan oleh tingkat kecemasan yang tinggi.

Selain faktor stres dan cemas, kebiasaan pola makan juga mempengaruhi terjadinya penyakit asam lambung.

“Setelah makan terus tidur terlentang justru melemahkan otot esofagus, makan terlalu terburu-buru, atau sering mengonsumsi makanan fast food. Pola makan juga diperbaiki. Jenis makanannya juga,” paparnya.

Jaga keseimbangan lambung

Menurut dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., dosen Biokimia FK-KMK UGM, setiap orang harus menjaga keseimbangan asam lambung dalam tubuh. Sebab, asam lambung diperlukan untuk memulai proses pencernaan.

“Tanpa asam lambung, pencernaan tidak bisa dimulai, berbagai jenis makanan dalam bentuk besar menjadi kecil, namun asam lambung berlebihan akan menyebabkan kembali naik ke kerongkongan karena berlebihan,” ungkapnya.

Dokter Ahmad Hamim menjelaskan bahwa penyebab sekresi asam lambung berlebihan adalah stres, pola makan tidak teratur dan dari aspek anatomi dinding lambung yang sudah mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar seseorang bisa mengetahui tingkat stres serta pola makan yang kurang baik.

“Perlu diketahui tingkat stres atau pola makan yang kurang baik atau kelainan struktur (akibat naiknya asam lambung) yang dilihat secara radiologi,” tuturnya.

Noelle Perez
Exit mobile version