6 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga ini Tak Hanya Cegah Cedera Otot Saja

Salah satu cara untuk tetap menjaga kesehatan tubuh adalah dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Tentu saja menggerakan tubuh dengan cara berolahraga punya banyak sekali manfaat positif bagi kita. Selain mengeluarkan racun-racun dalam tubuh, berolahraga juga bisa menjadi terapi tersendiri bagi kondisi mental seseorang.

Jika kamu mengikuti kelas atau olahraga bersama pelatih profesional, selalu ada sesi pemanasan. Saat kita sekolah dulu, kita tahu bahwa manfaat pemanasan sebelum olahraga adalah untuk membuat tubuh lebih rileks sebelum melakukan aktivitas fisik. Namun, kadang kita malas untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga karena dianggap membuang-buang waktu saja. Padahal ada banyak sekali manfaat pemanasan sebelum olahraga. Seperti yang Palintefada paparkan di bawah ini.

1. Pemanasan bisa menambah fleksibilitas tubuh. Hal ini berguna untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari

6 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga

Manfaat pemanasan yang pertama adalah menambah fleksibilitas tubuh. Sebagian aktivitas olahraga memang membutuhkan kelenturan tubuh yang lebih baik. Pemanasan sebelum berolahraga berguna untuk membuat tubuh terasa lebih ringan dan lentur. Ya, sebenarnya kelenturan nggak hanya berguna untuk olahraga, setiap aktivitas juga membutuhkan hal ini.

Singkatnya, manfaat melenturkan tubuh ini sangat penting bagi kesehatan kita sehari-hari. Tubuh yang lentur memudahkan kita untuk melakukan beragam aktivitas fisik sehari-hari. Apalagi kalau bekerja. Melakukan pemanasan setiap hari juga bisa membantu kita menunda penurunan kemampuan fisik akibat penuaan.

2. Pemanasan bisa memperbaiki postur tubuh lebih baik. Hal ini terjadi karena pemanasan berguna untuk mencegah ketidakseimbangan otot

Secara keseluruhan, manfaat pemanasan sebelum olahraga adalah untuk mencegah terjadinya cedera yang membuat postur tubuh berubah. Tanpa kita sadari, berolahraga sendiri memang berdampak bagi postur tubuh seseorang. Nah, melakukan pemasaan sebelumnya akan membantu memperbaiki postur tubuh jauh lebih baik. Hal ini bisa terjadi karena pemanasan pada dasarnya bermanfaat untuk mencegah ketidakseimbangan otot.

3. Melakukan pemanasan setiap hari setelah bekerja bisa mencegah nyeri sendi dan mendapatkan istirahat yang lebih baik

Melakukan pemanasan sebelum olahraga juga bisa mencegah nyeri sendi yang kerap dirasakan apalagi oleh mereka yang bekerja di hadapan laptop selama seminggu penuh. Biasanya fleksibilitas di bagian paha belakang, pinggul, dan sekitar otot pinggul akan terganggu karena terlalu banyak duduk. Nah, dengan pemanasan, kita akan bisa mengurangi beban tekanan pada titik-titik tersebut. Hasilnya, kamu akan merasa lebih baik karena nyeri sendi bisa teratasi. Tidur dan istirahat pun jadi nyenyak.

4. Jika kamu ingin berolahraga dengan maksimal, pemanasan bisa meningkatkan jangkauan gerakan dan durabilitas tubuh saat berolahraga

6 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga

Buat kamu yang punya kebiasaan berolahraga satu atau dua kali dalam seminggu, maka pemanasan adalah sesuatu yang sangat penting. Pasalnya, dalam waktu satu minggu, persendian kita akan terasa kaku. Jika langsung berolahraga tanpa pemanasan, badan akan terasa sangat berat dan aktivitasnya jadi kurang efektif.

Banyak orang yang belum tahu kalau ada beberapa jenis pemanasan. Pertama ada pemanasan statis yang dilakukan dengan cara meregangkan otot dan menahan di satu posisi. Lalu ada pemanasan dinamis yakni melakukan gerakan-gerakan kecil yang ringan berulang kali. Kedua pemanasan ini berguna untuk meningkatkan jangkauan gerakan saat kita hendak berolahraga.

5. Pemanasan bisa meningkatkan dan memperlancar aliran darah ke otot dan sendi yang membuat rasa sakit setelah berolahraga akan jauh berkurang

Tujuan pemanasan dalam olahraga adalah meningkatkan sirkulasi darah. Dengan sirkulasi darah yang jauh lebih baik, otot dan sendi akan semakin lancar. Yup, pemanasan beberapa menit sebelum berolahraga akan membantu aliran darah yang tersumbat untuk terbuka. Karena hal ini, waktu pemulihan tubuh setelah berolahraga akan jauh lebih cepat. Hal ini mirip dengan manfaat pendinginan setelah berolahraga yang membuat nyeri otot jauh lebih ringan.

6. Terakhir ada manfaat untuk menambah performa olahraga. Banyak penelitian yang menyebut kalau melakukan pemanasan sebelum berolahraga bisa membuat otot dan sendi jauh lebih siap beraktivitas

Terakhir tentu saja adalah manfaat untuk meningkatkan performa saat kita berolahraga. Seperti kita sudah bahas, melakukan pemanasan sebelum olahraga bisa membuat otot dan sendi jauh lebih siap. Apakah manfaat melakukan pemanasan sebelum berenang atau olahraga lain? Tentu saja membuat badan kita jauh lebih siap.

Melakukan olahraga dalam kondisi otot dan sendi yang lebih siap terbukti membuat performa aktivitas kita meningkat drastis. Hal ini terjadi karena otot dan sendi yang lebih siap minim untuk mengeluarkan tenaga. Jadi kamu bisa melakukan aktivitas olahraga lebih lama dari biasanya dan tetap segar.

Nah, itulah beberapa manfaat pemanasan sebelum olahraga yang nggak kalah pentingnya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan cuma untuk mencegah cedera dan pegal-pegal. Oh ya, selain pemanasan, manfaat pendinginan setelah berolahraga juga tak kalah penting, lo. Baiknya kedua aktivitas ini dilakukan beriringan supaya badanmu lebih maksimal menerima kebaikan dari berolahraga, ya!

Hidup Sehat di Masa Pandemi, Apa yang Harus Dilakukan?

Palintefada, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memang masih berlangsung, namun angka kematian yang disebabkan virus ini kini kian mengalami penurunan.

Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia bahkan telah melakukan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ini tentunya menjadi sinyal bagi banyak orang untuk mempersiapkan diri hidup berdampingan dengan Covid-19 dan kembali beraktivitas seperti sebelum masa pandemi, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lalu apa saja yang bisa diterapkan dalam menjaga kesehatan tubuh selama hidup berdampingan dengan Covid-19 ini?

1. Jaga kebugaran tubuh

Hidup Sehat di Masa Pandemi

Membiarkan tubuh untuk banyak berdiam diri dan tidak banyak melakukan aktivitas selama menjalani momen kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), tentu saja dapat menghambat metabolisme tubuh.

Tubuh pun akan terasa kurang bugar, terlebih pola hidup yang selama ini diterapkan pun tidak sehat. Saat di rumah, aktivitas dalam mengkonsumsi makanan pun cenderung menjadi lebih sering, karena didukung kemudahan akses layanan pesan antar makanan secara online.

Namun hal ini justru dapat menimbulkan sederet dampak buruk, mulai dari berat badan semakin bertambah yang memicu obesitas, kehilangan massa otot, hingga melemahnya jantung dan paru-paru.

Kondisi seperti ini tentunya akan membuat tubuh merasa lebih cepat lelah, sehingga berdampak pada terhambatnya aktivitas dan mobilitas, produktivitas pun dapat berkurang. Dikutip dari laman American College of Sports Medicine (ACMS), Selasa (23/11/2021), berolahraga bisa menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Terkait hal ini, sebenarnya disarankan untuk berolahraga minimum 30 menit setiap harinya. Olahraga yang dipilih pun bisa disebut tergolong kategori ringan, karena kebugaran tubuh dapat diperoleh hanya dengan melakukan aktivitas seperti jalan cepat, jogging, atau gabungan dari keduanya.

Nah, jika tubuh telah kembali bugar, maka aktivitas apapun yang dijalani tentunya akan terasa ringan dan mudah untuk dilakukan.

2. Kurangi risiko ‘skindemi’

Aturan PPKM memang telah dilonggarkan, namun penerapan protokol kesehatan pun harus terus dilakukan, satu diantaranya dengan selalu memakai masker.

Perlu diketahui, pandemi Covid-19 kini turut menciptakan istilah ‘skindemi’, yakni masalah kulit yang muncul karena kebiasaan yang dilakukan selama pandemi.

Dikutip dari laman Alodokter, dr. Kevin Adrian mengatakan skindemi tercipta akibat pemakaian masker yang terlalu lama, sehingga menyebabkan kulit menjadi kusam, kemerahan, gatal dan mudah berjerawat.

“Penggunaan masker dalam waktu yang lama membuat kulit wajah terus bergesekan dengan masker, gesekan ini yang memicu iritasi kulit. Selain itu menghela nafas dan berbicara saat menggunakan masker juga akan menjebak hawa panas yang membuat kulit wajah menjadi lembab,” kata dr. Kevin.

Kondisi skindemi ini bahkan dapat semakin parah jika dialami oleh seorang perokok. Karena aktivitas merokok yang ‘membuka dan menutup masker’ berulang kali, akan membuat hawa panas hasil pembakaran rokok ‘terjebak’ di area yang tertutup masker.

Akibatnya, pori-pori akan mudah tersumbat sehingga bakteri dan kuman dapat secara mudah berkembang biak. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok tentu dapat menjadi pilihan utama untuk mencegah terjadinya sederet hal buruk tersebut.

Namun, jika anda merasa sulit menghentikan kebiasaan mengkonsumsi rokok, maka produk tembakau alternatif bisa menjadi solusinya. Hal itu karena banyak produk tembakau alternatif yang kini dapat dikonsumsi tanpa pembakaran, seperti kantung tembakau, kantung nikotin, bahkan produk tembakau yang dipanaskan.

Sejumlah riset bahkan menyebut risiko dari produk tembakau alternatif, terutama produk tembakau tanpa asap (smokeless tobacco) bahkan dapat mengurangi risiko dari konsumsi rokok hingga mencapai 99 persen.

Dikutip dari laman ABC News, Peneliti di University of Michigan School of Public Health, Ken Warner pun menyebut produk tembakau alternatif bisa menjadi sarana untuk menghentikan kebiasaan merokok, karena merupakan produk yang memiliki risiko jauh lebih rendah.

“Produk tembakau tanpa asap tidak diragukan lagi, memiliki resiko yang jauh lebih kecil dibandingkan rokok. Produk-produk ini mungkin dapat membantu perokok untuk bisa berhenti merokok,” kata Warner.

Demi mengoptimalkan langkah pencegahan terjadinya skindemi, pastikan anda juga selalu menggunakan masker yang bersih, dan secara berkala mengganti masker jika aktivitas yang dijalani sangat padat.

Sehingga anda pun tidak perlu khawatir skindemi akan muncul pada wajah anda.

3. Jaga kesehatan mulut

Hidup Sehat di Masa Pandemi

Salah satu faktor yang membuat kesehatan mulut tidak terjaga adalah dengan munculnya bau mulut. Munculnya bau mulut ini dapat disebabkan berbagai hal, mulai dari tidak rajin menggosok gigi hingga kebiasaan merokok.

Bagi para perokok, produk tembakau alternatif sebenarnya bisa menjadi solusi agar terhindar dari bau mulut. Perlu diketahui, sejumlah residu hasil dari pembakaran rokok dianggap sebagai pemicu terciptanya kondisi bau mulut dan sejumlah penyakit oral lainnya.

Sedangkan produk-produk tembakau alternatif, tidak melalui proses pembakaran dan tanpa menghasilkan residu. Satu diantaranya terdapat produk tembakau yang dipanaskan dan menghantarkan nikotin dengan memanaskan tembakau pada alat berteknologi khusus.

Oleh karena itu, konsumsi produk tembakau yang dipanaskan diklaim memiliki risiko lebih rendah hingga 95 persen jika dibandingkan rokok. Di masa pandemi ini, mayoritas masyarakat kini tidak hanya concern dalam menjaga kesehatan tubuhnya saja.

Namun mereka juga mulai concern pada kesehatan kulit wajah hingga kesehatan mulut yang sebenarnya dapat berdampak pula pada pencegahan penyakit di organ penting tubuhnya. Ingat, menjaga kesehatan seluruh anggota tubuh dapat membuat anda terhindar dari penyakit, termasuk Covid-19′

Inilah Lima Petarung MMA Indonesia Paling Berbakat Dan Berprestasi Di Tahun 2021

Palintefada – Olahraga seni bela diri campuran di Indonesia sedang naik daun popularitasnya selama beberapa tahun terakhir, dengan sederetan petarung luar biasa muncul dari negara Asia Tenggara.

Meskipun, Indonesia belum memiliki juara dunia seni bela diri campuran pertamanya, tetapi gelombang baru talenta-talenta berbakat yang menjanjikan kini memenuhi Circle.

Di organisasi bela diri One Championship yang berbasis di Singapura, kontingen Indonesia terus berkembang.

Diisi oleh para juara dalam disiplin seni bela diri seperti wushu, gulat, dan Brazilian Jiu-jitsu, para petarung ini beralih ke Circle untuk menemukan kejayaan di ajang MMA.

Mereka menggabungkan keterampilan teknis yang luar biasa dengan hati dan tekad yang tak tergoyahkan, daftar petarung MMA Indonesia ini terus membuktikan semua kemampuannya di dalam Circle.

Inilah lima petarung MMA Indonesia paling berbakat dan berprestasi di tahun 2021.

1) Eko Roni Saputra (MMA: 5-1)

Lima Petarung MMA Indonesia Berbakat & Berprestasi

Pria yang memiliki julukan ‘Dynamite’ ini adalah juara gulat nasional Indonesia beberapa kali yang mempelajari seni bela diri pada usia lima tahun. Eko Roni Saputra yang besar di Samarinda di pulau Kalimantan belajar tinju dari ayahnya yang merupakan mantan pelatih tinju.

Kemudian, ia menemukan bakat alaminya untuk bergulat dan kemudian mendedikasikan hidupnya untuk olahraga tersebut.

Namun setelah sukses berkompetisi di atas matras, Eko memutuskan untuk melakukan transisi ke MMA, pindah ke Singapura untuk bergabung dengan Evolve MMA yang bergengsi.

Eko melakoni debut ONE Championship-nya pada tahun 2019, dan sejak itu ia telah mengumpulkan rekor 5-1 yang luar biasa, menjadikan dirinya sebagai salah satu petarung kelas flyweight terbaik dalam divisi tersebut.

2) Stefer ‘The Lion’ Rahardian (MMA: 9-4)

Petarung sensaional Flyweight Stefer ‘The Lion’ Rahardian membuat kejutan besar dalam debutnya bersama ONE Championship pada tahun 2016, memenangkan dua pertarungan dalam satu malam untuk merebut gelar ONE Indonesia Flyweight Tournament Championship.

Menjadi spesialis Brazilian Jiu-jitsu elit di bawah didikan Carlson Gracie yang legendaris, Stefer telah melakukan perjalanan ke seluruh penjuru negeri, berolahraga dan berlatih di pusat kebugaran terbaik untuk mengasah keterampilannya.

Hal ini telah membawa kesuksesan besar di atas matras untuk Indonesia, karena ia telah memenangkan beberapa medali emas di berbagai turnamen regional.

Di dalam Circle, ‘The Lion’ adalah salah satu grappler paling berbahaya di divisi ini. Dengan lima kemenangan submission dari total sembilan kemenangan atas namanya, Rahardian adalah kekuatan yang harus diperhitungkan.

3) Adrian ‘Papua Badboy’ Mattheis (MMA: 9-5)

Dilatih di bawah asuhan pelatih terkenal Indonesia Zuli ‘The Shark’ Silawanto, petarung fenomenal berusia 28 tahun Adrian ‘Papua Badboy’ Mattheis adalah salah satu talenta strawweight dengan perkembangan tercepat di ONE Championship.

Dia melakukan debutnya di ONE Championship pada tahun 2016, mengalahkan dua lawannya dengan KO pada malam yang sama untuk merebut gelar ONE Strawweight Indonesian Tournament Championship dan membuat dampak yang siginifikan dengan promosi tersebut.

Mulai memasuki puncak karirnya, Adrian memiliki karir yang sangat menjanjikan di depan matanya. Dia telah memenangkan tujuh dari sembilan pertarungan terakhirnya, yang mencakup empat kemenangan dengan submission dan dua KO.

Tak berlebihan rasanya jika menyebut bahwa Adrian merupakan salah satu petarung MMA Indonesia paling berbakat saat ini.

4) Priscilla Hertati ‘Thathie’ Lumban Gaol (MMA: 7-5)

Lima Petarung MMA Indonesia Berbakat & Berprestasi

Peraih medali Kejuaraan Dunia Wushu Priscilla Hertati Lumban Gaol adalah salah satu talenta atomweight terbaik ONE Championship.

Mendarat dengan mudah pada jajaran 10 Besar di divisi tersebut, Priscilla sangat terampil dan cakap. Gaya pukulan dan grappling-nya yang eklektik terbukti menjadi ancaman bagi sebagian besar lawan yang dia hadapi di dalam Circle.

Priscilla terakhir kali beraksi pada Oktober 2020, dan telah memenangkan empat dari enam pertandingan terakhirnya. Namun, petarung berusia 33 tahun itu telah menghabiskan waktu untuk jeda yang cukup lama dari kompetisi profesional dan fokus menjadi ibu setelah melahirkan putri pertamanya, Bianca Denaya pada awal tahun ini.

Saat ini ia kembali berlatih untuk segera kembali ke Circle secepat mungkin.

5) Elipitua ‘The Magician’ Siregar (MMA: 4-1)

Terakhir tapi tidak kalah penting ialah bintang muda Indonesia yang sedang naik daun Elipitua ‘The Magician’ Siregar, yang telah siap untuk memasuki panggung ONE Championship.

Elipitua adalah mantan juara gulat Indonesia yang berasal dari keluarga sederhana. Seorang pemuda yang bermasalah, ‘The Magician’ dikirim ke Jakarta oleh keluarganya untuk belajar disiplin dari pamannya dalam bentuk pelatihan gulat.

Tak lama kemudian, Elipitua mulai berkompetisi dan menang di turnamen serta kompetisi lokal untuk kemudian meraih penghargaan di tingkat nasional.

Setelah melakukan debut profesionalnya di ajang MMA pada tahun 2018, petarung muda yang menjanjikan ini telah menunjukkan empat penampilan impresif di dalam Circle, menghabisi semua lawannya. Dia hanya kalah satu kali, tetapi itu tidak mengurangi potensi bintangnya sedikitpun.