PDIP Diisukan Jelmaan PKI, Ini Jawaban Megawati

Jawaban Megawati Tentang PDIP – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tunjukkan partainya sering diakui sebagai jelmaan Partai Komunis Indonesia sepanjang pilkada serentak tahun 2017.

Akan tapi pengamat beranggapan Mega tak semestinya menjadikan partai yang tidak diterima sejak Peristiwa 1965 tersebut sebagai alasan ketidak berhasilan tersebut. Seperti yang dikutip dari https://www.arah.com/news.html

“PDIP saat-saat ini terkena dampak. Kami selamanya dibilang PKI. Aku bingung nama partai kita Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kami kan miliki (organisasi) Baitul Muslimin. Disitu tersedia yang berlatar Nahdlatul Ulama, yang selamanya bersama dengan kami” papar Megawati di Jakarta pada hari Rabu lalu.


Megawati merasa tudingan berkenaan PKI tersebut waktu berpidato di Halaqah Nasional Alim Ulama yang diadakan di Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan tersebut dimulai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Rais Aam NU.

“Aku mau ngomong, tapi nanti saya tentu di-bully. Presiden Jokowi juga diakui seperti itu, sanak saudaranya diakui dari PKI, padahal tidak barangkali sanggup seperti itu” papar Megawati.

Hal tersebut tidaklah untuk pertama kalinya Megawati menjawab tudingan yang menautkan PDIP bersama dengan PKI. Minimalnya ini beliau singgung pada awal 2017. Februari lampau, beliau bahkan menyetujui surat bernomor 2588/IN/DPP/II/2017 yang berisi bantahan jalinan PDIP dan PKI.

Pada pesannya yang terdiri dari lima poin itu, Megawati mengungkap PDIP sebagai partai nasionalis dan tak berkenaan bersama dengan ideologi komunisme.

“PDIP melakukan nilai ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial yang terdapat di dalam Pancasila” papar Megawati.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, berpikiran pihak-pihak khusus ‘dengan sengaja menyematkan PDIP dan PKI untuk menjungkal partainya pada pilkada serentak’. Ia bersama dengan tegas isu tersebut harus berhenti bergulir sehingga partainya berjuang di pilkada.

Audit di dalam tubuh partai

“Itu fitnah yang dikabarkan pihak yang tak bertanggung jawab untuk membangkitkan ulang hantu komunisme. Mereka ialah pihak yang bermain di sisi kelam politik Indonesia” papar Hasto waktu ditemui selesai Megawati berpidato di Halaqah Nasional Ulama.

Dihubungai ditempat berbeda pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Mada Sukmajati beranggapan Megawati mestinya mengaudit trik pemenangan partainya pada pilkada lampau.

Mada mengatakan cara itu lebih bijak untuk memenangkan setiap calon kepala area yang mereka gadang gadangkan, daripada menyalahkan faktor eksternal seperti isu komunisme.

“Tidak tersedia indikasi kuat kegagalan PDIP menuju ke isu tersebut. Sedangkan isu komunisme tidak menjadi pertimbangan penting pemilih pada pilkada lampau” tutur Mada.

Mada berujar PDIP semestinya mempersiapkan skenario pemenangan yang lebih matang untuk pilkada serentak 2018. Salah satunya ujar beliau ialah menerjemahkan ideologi nasionalis ke beraneka kesibukan nyata.

Papar Mada trik ini penting untuk hadapi politik identitas yang meningkat sejak pilkada serentak 2017. “Partai Islam lumayan beretorika untuk mengakibatkan sentimen pemilih. PDIP harus menambahkan tawaran nyata untuk mengatasi politik identitas itu” ujarnya.

Pada pilkada serentak PDIP kalah di 44 daerah. Tingkat kekalahan mereka mencapai 43,6% karena mereka juara di 57 area lainnya.

Februari lampau Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira tunjukkan dua faktor lain yang menjadi penyebab kekalahan partainya, yaitu ‘kekurangan kandidat dan kecurangan lawan’.

Di sisi lain, Hasto mengungkap PDIP kini terus mempersiapkan calon kepala area terbaik bersama dengan cara kaderisasi internal.

Read more