situs calon arang ditemukan di kediri

Balai pelestarian peninggalan purbakala menemukan situs pada petilasan nyi calon arang di kediri jawa timur. Dari 10 penggalian lubang ditemukan sebuah bangunan di tiga titik kotak penggalian yang dipastikan merupakan situs kuno.

Balai pelestarianpeninggalan purbakala, bp3 trowulan melakukan penggalian di lokasi yang diyakini petilasan nyi calon arang ditengah area persawahan desa kerkep kecamatan gurah Kerajaan kediri. Penggalian itu dilakukan untuk memastikan apakah lokasi petilasan ada situs kuno atau tidak, karena selama ini banyak masyarakat yang berziarah di lokasi tersebut yang menyakini sebagai petilasan nyi calon arang.

Hasilnya, dari penggalian 10 titik kotak di lokasi tersebut, tim bp3 menemukan struktur bangunan batu bata di tiga titik kotak, selain itu juga menemukan fragmen lepas berupa pecahan genteng terbuah dari tanah dan miniature bangunan tanah liat.

Menurut danang, ketua tim penelitian dari bp3 trowulan, memastikan bahwa temuan temuan di lokasi yang diyakini oleh masyarakat sebagai petilasan nyi calon arang adalah sebuah situs. Sedangkan nyi calon arang adalah sesosok perempuan jahat yang hidup pada masa Kerajaan Kediri saat dipimpin raja airlangga, namun sosok nyi calon arang ini telah manjadi legenda hingga tersyohor merambah ke masyarakat bali.

Berdasarkan temuan ini, bp 3 trowulan berencana segera memberikan surat intruksi kepada pemerintah Kadipaten untuk memasukan lokasi petilasan nyi calon arang sebagai lokasi situs, sehingga keamanan situs dilindungi dengan undang-undang.

Sementara itu, rencananya, penelitian akan dilanjutkan oleh balai arkeologi jogjakarta untuk melakukan penelitian fungsi dari situs dan menjawab periodesasi situs tersebut.

Aturan Pelarangan Jual Beli Benda Purbakala

Sementara korban lainyya sudah diperbolehkan pulang, dari 31 pasien yang dirawat, sebelumnya sudah ada diperbolehkan pulang, namun kondisi pasien mengalami sakit lagi dan dibawa kembali ke rumah sakit, seperti yang dialami fandi, salah satu siswa smk pgri 1 kota kediri.

Sementara itu, orang tua korban mengaku sedikit lega, karena semua biaya pengobatan akan ditanggung pihak sekolah dan dinas pendidikan kota kediri.

Menurut dr.fundika, abdi dalem rsud gambiran. Beberapa pasien akan dilakukan foto routgen untuk mengetahui kondisi tulang korban, namun sebagian pasien kondisi sudah mulai membaik.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi kecelakaan pada kendaraan truk pengangkut peserta gerak jalan yang terguling, hingga menyebabkan satu pelajar mati dan puluhan orang luka-luka. Sementara itu pihak pelataran kediri mengamankan sopir truk, satijo warga desa tiron Wedono banyakan. Satijo masih diperiksa intensif di mapelataran kediri.

Kepergok curi uang kotak amal mushola sebesar 5 ribu rupiah, seorang warga di kediri jawa timur mati dikroyok warga, korban mengalami luka serius pada kepala. Atas kejadian ini pamong mengamankan 11 orang warga, yang diduga melakukan penganiayaan.

Nurkolis warga kelurahan ngadisimo mati di lokasi kejadian di mushola abdur rosyid jalan imam bonjol setelah di keroyok warga, usai tertangkap tangan mencuri uang di dalam kotak amal. Kejadian yang berlangsung dini hari ini membuat geger warga sekitar, karena nurkolis sempat berusaha melarikan diri dan akhirnya tertangkap dan ramai ramai menjadi bulan-bulanan warga.

Setelah nurkolis tak berdaya, korban langsung dibawa ke rumah sakit bhayangkara, korban mengalami luka-luka pada wajah, telinga, mulut dan hidungnya terus mengeluarkan darah. Sesaat di rumah sakit, nurkolis akhirnya meninggal dunia.

Atas kejadian ini pamong mengamankan 11 orang warga yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan ini. Dari pemeriksaan para saksi tersebut, diketahui nurkolis telah berhasil mengambil lembaran uang kota amal mushola sebesar 5 ribu rupiah.

Sementara itu, iis diah indriani, seorang pns guru sma yang juga istri korban, mengaku tidak percaya dengan tuduhan warga kalau suaminya mencuri uang kotak amal, karena perbuatan keseharian suaminya sangat baik.

Meskipun pamong sudah memintai kerangan sebanyak 11 orang namun belum menetapkan pelakunya, masih meninunggu hasil pemeriksaan, dan hasil otopsi dari jenasah korban.