Realitas Jual Ikan Koi

Realitas Jual Ikan Koi

Realitas Jual Ikan Koi

Dunia tanpa batas yang menghegemoni tiap memiliki sebuah permasalahan yang bisa di beli dengan uang tapi dengan uang pun sebenarnya tidak bisa juga membeli sebuah prinsip yang bisa ditanamkan secara kuat kepada individu masing masing. Meski hanya jual ikan koi bukan masalah jika seseorang itu memiliki ideology yang kuat untuk mempertahan kan sebuah cita cita yang nantinya bisa saja mereka raih dengan sangat mudah. Bukan sebuah alasan ketika dengan adanya ideology yang kuat bisa membentuk seorang jual ikan koi berbagangga pada individu menggerakkan manusia pada titik nadir realitas manusia itu sendiri, dunia dibalik layar monitor seakan menjadi realitas baru yang seakan nyata yang menyatu sebagai realitas yang secara tidak langsung mengalahkan realitas manusia sebagai makhluk sosial di luar layar monitor.

Tidak dapat dibantah bahwa Indonesia merupakan sebuah negeri dengan penduduk miskin yang masih banyak. Keadaan ini diakibatkan oleh sistem ekonomi yang tidak memungkinkan distribusi kue pembangunan secara merata karena bagaiamanapun juga sebuah hal yang patut di pahami adalah sebuah kenyataan yang bisa dimiliki oleh siapapun inilah yang seharusnya juga bisa dipahami kepada siapapun nantinya yang akan memberikan langkah awal yang konkrit ketika tidak paham betul tentang sebuah keinginan itu maka jual ikan koi juga tidak bisa berjalan begitu saja tanpa ada rasa yang bisa dimiliki kepada siapapun nantinya. Inilah yang bisa dilakukan untuk menjaga itu bisa berjalan dengan keinginan dan kasih sayang dalam merasakan membina ikan koi yang terbaik maka akan membentuk sebuah kekuatan itu.

Bisa juga diperparah dengan adanya sebuah keinginan yang akan mungkinĀ  dimiliki oleh orang yang akan bisa dilakukan. Karena bukanlah sebuah yang bisa dilakukan itu tetapi degan adanya yang memiliki sebuah ideology yang jelas tetap bisa menjami orang akan berjalan dengan adanya jual ikan koi mungkin untuk itulah digunakan peribahasa demikian untuk menjaga yang bisa berjalan dengan semestinya ini akan menjagan semuanya akan tetap terjamin dengana daanya pusat-pusat ekonomi permasalahan pertama bersifat psikologis dikuasai oleh sekelompok elite tertentu, sedangkan mayoritas rakyat menjadi penggembira saja. Lebih parah lagi, kekuatan-kekuatan kapitalis asing dengan leluasa membenamkan taringnya untuk mengisap kekayaan nusantara melalui perusahaan-perusahaan besarnya. Kecemasan bermula dari ketidakpuasan terhadap situasi yang sedang berlangsung, dan kekhawatiran menyongsong masa depan yang serba tak pasti. Permasalahan peringkat kedua bersifat psikososiologis, yaitu sifat hina dan malas. Perasaan rendah diri menjangkiti, jika berhadapan dengan orang lain. Penyakit ketiga bersifat sosioantropologis, berupa jiwa pengecut dan kikir. Pada stadium ini, tak ada lagi semangat juang (fighting spirit) dan jiwa kepahlawanan (heroism), semuanya hanya cerita masa lalu yang dibangga-banggakan sebagai warisan nenek-moyang.