Ketentuan Harga Referensi. Harga patokan itu berlaku Untuk pasar tradisionil ataupun Pasar Ritel Modern

Manfaat mengatur harga sembako pangan di market, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, keluarkan ketentuan harga referensi. Harga patokan itu berlaku baik untuk pasar tradisionil ataupun pasar ritel modern.

Harg Refernsi dari pasar tradisional dan modern dan ritel

Kebijakan itu ditata dalam Ketentuan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 mengenai Harga Referensi Pembelian di Petani serta Penjualan di Customer untuk 9 komoditas yaitu beras, kedelai, jagung, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi atau kerbau beku, daging ayam ras, serta telur ayam ras.

Tetapi, referensi harga yang di buat pemerintah itu kenyataannya susah diaplikasikan di pasar. Seperti yang berlangsung di Pasar Rawamangun, Jalan Haji Ten, Jakarta Timur. Untuk type gula pasir yang harga teratasnya diputuskan Rp 12. 500/kg, pedagang menjualnya di harga Rp 14. 000/kg.

Bahkan juga untuk gula pasir paket merk spesifik di jual seharga R 15. 000/kg.

” Gula ini bila jual Rp 13. 000/kg saja untung sedikit, jadi terkadang tidak balik modal. Bila Rp 12. 500/kg tidak dapat. Dari sananya (agen) saja telah segitu, ” tutur Budi, salah seseorang pedagang yang didapati detikFinance, Rabu (14/6/2017).

Budi mengakui memperoleh supply gula dari agen seharga Rp 585. 000 untuk satu karung gula diisi 50 kg. Dia lalu mesti mengemasnya dalam pastik kecil diisi 1 kg untuk di jual seharga Rp 14. 000/kg.

” Jual Rp 13. 000/kg untungnya berapakah? Terlebih Rp 12. 500/kg. Kita jual ikuti harga market di agen. Gula pasir kan beli karungan, ada biaya plastikin, transportasi, kuli angkutnya, belum juga karung 50 terkadang berisi tidak sesuai sama, ” terang Budi.

Seperti di ketahui, dalam ketentuan Permendag Nomor 27 Th. 2017 ditata harga 9 komoditas di tingkat customer yaitu beras medium dengan harga Rp 9. 500/kg, jagung Rp 4. 000/kg, kedelai lokal Rp 9. 200/kg serta import Rp 6. 800/kg, gula pasir Rp 12. 500/kg, minyak goreng curah Rp 10. 500/liter serta minyak goreng paket Rp 11. 000/liter.

Lalu ditata juga bawang merah Rp 32. 000/kg, daging ayam ras Rp 32. 000/kg, serta telur ayam ras Rp 22. 000/kg. Sesaat untuk type daging sesuai sama kwalitas yaitu daging beku Rp 80. 000/kg, daging sapi fresh type paha depan Rp 98. 000/kg, paha belakang Rp 105. 000/kg, lamur Rp 80. 000/kg, dan tetelan Rp 50. 000.

Terkecuali harga gula pasir, sebagian bahan pangan yang di jual pedagang memanglah ada diatas harga referensi. Di Pasar Rawamangun, harga jual kedelai yaitu Rp 10. 000/kg, minyak goreng curah Rp 12. 000/liter, minyak goreng paket Rp 13. 000/liter, beras medium kisaran Rp 8. 000-12. 000/kg, daging sapi Rp 115. 000-120. 000/kg.

” Kita kan jualnya ikuti harga diatas, bila turun ya dari kulakan kita turunin dari sini. Namanya juga orang jualan, ” kata Bude, pedagang Pasar Rawamangun yang lain menyikapi ketentuan harga referensi yang dilaunching pemerintah